PC PMII SAMPANG

PC PMII Sampang laksanakan Talkshow ekologis dan penghijauan: Sampang dalam tantangan ekologi

pmiisampang.or.id – Kabupaten Sampang saat ini menghadapi tantangan ekologis yang semakin kompleks. mulai dari degradasi lingkungan, perubahan tata guna lahan, hingga meningkatnya risiko bencana ekologis. sebagai perwujudan dari Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, Hablum minal alam dalam Merespons kondisi tersebut, PC PMII Sampang Melaksanakan Talkshow Ekologis bertema “Sampang dalam Tantangan Ekologis”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 18 Desember 2025 sebagai ruang refleksi kritis sekaligus konsolidasi lintas sektor dalam membaca dan merespons persoalan lingkungan hidup di Sampang.

Penanaman pohon

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Jai Muhammad (Mas Jai) selaku Manajer Pendidikan dan Jaringan Publik WALHI Jawa Timur, serta Hasan Jailani (Mas Mamak) selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang. Keduanya memberikan perspektif yang komprehensif mengenai kondisi ekologis Sampang, baik dari sudut pandang advokasi lingkungan, tata kelola sumber daya alam, hingga mitigasi dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Talkshow ini diselenggarakan di Aula Utama Pondok Pesantren Tanwirul Islam, Tanggumong Sampang dan diikuti oleh berbagai elemen strategis. Peserta yang hadir meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian. unsur Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kepolisian dan DANDIM, serta santriwati Pondok Pesantren Tanwirul Islam. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus komisariat dan rayon PMII se-Kabupaten Sampang, serta pengurus cabang PMII Sampang.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa krisis ekologis tidak dapat dilepaskan dari persoalan struktural, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya partisipasi publik dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, institusi pendidikan, dan organisasi kepemudaan untuk membangun kesadaran ekologis sekaligus mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Latifah selaku Ketua Cabang PMII Sampang dalam sambutan nya memaparkan bahwa kerusakan lingkungan tidak pernah disebabkan oleh alam, tetapi selalu ada campur tangan manusia untuk merusaknya.

“Kerusakan alam tidak pernah terjadi karena alam itu sendiri, tapi kerusakan-kerusakan itu selalu terjadi karena campur tangan manusia, seperti pengambilan material bumi baik batu, tanah, kayu dan sejenisnya yang dilakukan secara berlebih-lebihan tanpa dilakukan reboisasi” ucap Latifah

Selain itu ia juga menambahkan bahwa kondisi kerusakan alam yang terjadi di Sumatra Utara dan Aceh juga bisa terjadi di kabupaten Sampang.

” Isu krisis ekologi terjadi di berbagai daerah seperti yang paling parah terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, perlu kita sadari bersama bahwa kondisi itu tidak bisa di anggap sepenuhnya sebagai bencana alam semata. namun itu adalah akumulasi dari kebiasaan eksploitasi lingkungan besar-besaran dan tidak menutup kemungkinan kabupaten Sampang akan mengalami hal serupa jika masyarakat dan pemangku kebijakan nya tetap eksploitatif” imbuhnya

Sebagai bentuk komitmen nyata pasca diskusi, dilaksanakan Aksi penanaman pohon yang dilakukan di area Pondok Pesantren Tanwirul Islam sebagai langkah awal pemulihan ekologis. Aksi ini kemudian diperluas dengan gerakan penanaman pohon serentak di seluruh komisariat PMII se-Kabupaten Sampang, yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Jrengik, sreseh, karang Penang, banyuates, Ketapang, Sampang.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa isu ekologi bukan sekadar agenda lingkungan melainkan persoalan sosial, kultural, dan keberlanjutan masa depan daerah. Melalui talkshow dan aksi penanaman pohon ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekologis Kabupaten Sampang.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pengetahuan, kepedulian, dan tindakan nyata. XTrader

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top